|

BPKM Jabar Latih Kerja Mandiri Las Listrik Dasar Angkatan V Tahun 2017


Senin, 31 Juli 2017 16:38 WIB | Oleh : Operator
Balai Pelatihan Kerja Mandiri (BPKM) Jawa Barat telah melaksanakan Pelatihan Kerja Mandiri melalui Mobile Training Unit (MTU) minat usaha Las Listrik Dasar selama 3 (tiga) hari dari tanggal 26, 27 dan 28 Juli 2017 yang bertempat di Lahan Praktek (DEMPLOT) Kp Manjahbeureum, Ds. Cileunyi Wetan, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung sebagai ikhtiar peningkatan motivasi, pengetahuan, keterampilan dan sikap menuju kemandirian masyarakat Jawa Barat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Ferry Sofwan Arif, M.Si. mengatakan dalam rangka Ikhtiar Pencapaian 100.000 Wira Usaha Baru Jawa Barat, Disnakertrans Prov. Jabar salah satunya ada Balai yang khusus melatih Kerja Mandiri yaitu Balai Pelatihan Kerja Mandiri. Mengingat Provinsi Jawa Barat memiliki luas wilayah 3.709,528,44 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 47,6 juta Jiwa yang tersebar di 27 Kabupaten/Kota, 626 Kecamatan, 641 Kelurahan dan 5.321 Desa, dimana angka pengangguran terbuka di Jawa Barat yaitu sebanyak 1.8 juta jiwa dan lebih dari 50% memilih untuk kerja mandiri terutama yang berpendidikan SMP ke bawah. Jelas Kadisnakertrans Prov. Jabar.
 
 
Kepala BPKM Provinsi Jawa Barat Ir. H. Pupun Saefunudin pada saat pembukaan pelatihan menyampaikan bahwa peserta harus mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, menaati segala ketentuan yang berlaku dan harus tertib. Kami melatih para pencari kerja tingkat pendidikan SMP kebawah bahkan yang tidak menempuh jenjang pendidikanpun kami fasilitasi untuk mengikuti pelatihan. Meskipun tidak tertutup kemungkinan yang tingkat pendidikan SMA/SMK dan sampai Perguruan Tinnggi juga kami terima. Tentunya harus mereka yang mempunyai minat usaha di bidang las listrik dasar. Usaha las listrik juga termasuk dari salah satu prospektus yang sangat bagus di masyarakat. Dengan dibekalinya keterampilan dibidang las harapannya paska pelatihan dapat menciptakan rintisan usaha mandiri yang mampu mewujudkan perluasan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha di Jawa Barat. Di dalam pelatihan ini juga terdapat sesi kunjungan lapangan ke bengkel las listrik, kunjungan ini dimaksudkan sebagai ajang sharing success story dari pemilik bengkel kepada para peserta mengenai pengalamannya dalam membuka usaha las listrik dari awal hingga sekarang. Selain itu, pemilik bengkel las listrik juga akan memberikan saran dan motivasinya kepada para peserta agar semakin bersemangat dalam mengasah keahliannya dalam bidang las listrik karena usaha ini merupakan usaha yang cukup  prospektus di Jawa Barat.

 
Hariyadi Kurnianto, ST. MT., selaku instruktur menyampaikan bahwa permintaan akan jasa las listrik sekarang memang sedang tinggi di masyarakat. Contohnya untuk membangun sebuah rumah saat ini saja pasti membutuhkan pagar, trails, dan tangga yang terbuat dari besi. Sudah barang tentu hal itu dapat diwujudkan oleh tangan-tangan kreatif seorang tukang las. Untuk memiliki keahlian las listrik tidaklah sulit, karena las listrik ini cukup mudah untuk dilakukan. Jika para peserta pelatihan sudah memiliki minat dibidang las listrik itu sudah menjadi modal yang utama. Tinggal nanti disempurnakan oleh instruktur dengan mentransfer ilmunya kaitannya dengan las listrik kepada peserta. Teknik las listrik yang diajarkan pada peserta pelatihan angkatan V ini yaitu teknik las dasar SMAW (SHIELDED METAL ARC WELDING) dan teknik las dasar GMAW (GAS METAL ARC WELDING) dengan praktek membuat meja dispenser dan rak sepatu.
 
Materi diawali dengan menjelaskan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Peserta diberikan pengetahuan pentingnya keselamatan kerja pada saat melakukan aktivitas kerja. Kemudian peserti diinformasikan terkait peralatan pendukung keselamatan kerja yang harus ada pada saat aktivitas las listrik. Yang diantaranya adalah Helm Las, Pelindung Telinga, Masker, Kaca Mata, Sarung Tangan Las, Apron, dan Sepatu Kerja. Selanjutnya Peserta pelatihan diberikan pengetahuan tentang peralatan dan bahan yang dibutuhkan pada saat aktivitas pengelasan. Diperkenalkan fungsi serta bagian-bagian dari setiap bahan dan peralatan yang akan digunakan. Hal ini sangat penting bagi peserta agar pada saat aktivitas pengelasan peserta dapat menggunakan peralatan yang tepat dan tidak kebingungan pada saat pengoperasian. Dijelaskan pula langkah-langkah yang harus dilakukan pada saat proses pengelasan. Mulai dari setting atau instalasi alat, menyiapkan media bahan yang akan di las, membuat sketsa objek yang akan dibuat, melakukan pengukuran, teknik pengelasan yang tepat, dan sampai dengan finishing produk yang dibuat yaitu berupa rak sepatu dan meja dispenser.
 
Peserta juga diberikan materi penunjang tentang analisa usaha las listrik. Materi analisa usaha las listrik khususnya untuk produk rak sepatu dan meja dispenser ini bertujuan memberikan wawasan kepada peserta terkait langkah-langkah sederhana bagaimana memulai sebuah usaha mandiri dibidang las listrik. Yang menyampaikan materi analisa usaha ini yaitu Moch. Wahyu Saputra, S.Pd., yang merupakan Pegawai Fungsional Penggerak Swadaya Msyarakat (PSM), BPKM Jawa Barat. Dalam kesempatan ini Bapak Wahyu menyampaiakan tentang tatacara perhitungan biaya dan pendapatan sederhana sekaligus bagaimana cara menentukan harga jual dan kapan sebuah usaha las listrik dapat balik modal. Sehingga peserta sudah memiliki bekal pengetahuan yang cukup jika mereka ingin merintis usaha mandiri dibidang las listrik daerahnya.
 

 
Pelatihan Kerja Mandiri melalui Mobile Training Unit (MTU) minat usaha Las Listrik Dasar ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang peserta yang terdiri dari:

Kota Banjar sejumlah 10 orang, yaitu :
1.    Sogi Hadianto
2.    Irfan
3.    Jajang Ramdan
4.    Mohamad Ali Sungada
5.    Sabit Ma’luf
6.    Andi Ristianto
7.    Edi Suryanto
8.    Aditia Nugraha
9.    Aditya Kurniawan
10.  Egi Adi Putra
Kabupaten Garut sejumlah 10 orang. Yaitu :
1.    Dwi Aprian
2.    Bima Aditia
3.    Muhamad Yusuf Hasbi
4.    Yayan Sopian
5.    Ridwan Subagja
6.    Ridwan Giri Gantara
7.    Hana Suhana
8.    Hendar
9.    Faijal Tanjung
10.  Hedi
Kabupaten Sumedang sejumlah 5 orang, Yaitu :
1.    Irfan Setiawan
2.    Heri Herianto
3.    Fauzi Aditya
4.    Deni Hermadi
5.    Rival Bastian Nur Fajar
Kabupaten Majalengka sejumlah 5 orang, Yaitu :
1.    Ega Saeful Fadilah
2.    Suherna
3.    Didi Supriadi
4.    Rama Mulyana
5.    Miptah Parid

Sumber: BPKM Jabar, Juli 2017

Komentar

Statistik Kunjungan


  Pengunjung Online   :   1
  Pengunjung Hari Ini   :   50
  Total Pengunjung   :   163867


Mobile Analytics

Jejak Pendapat


Bagaimana menurut pendapat anda tentang BPKM JABAR ini?
Bagus
Lumayan
Tidak

Kontak Kami


BPKM JABAR,
Jl.Soekarno - Hatta No.567
Bandung 40275, Indonesia
Telp/Fax : (022) 7303974
Email : balatrans@yahoo.co.id