|

BPKM Jabar Latih Kerja Mandiri Las Listrik Dasar


Senin, 22 Mei 2017 07:15 WIB | Oleh : Operator
 Balai Pelatihan Kerja Mandiri (BPKM) Jawa Barat telah melaksanakan Pelatihan Kerja Mandiri melalui Mobile Training Unit (MTU) minat usaha Las Listrik Dasar selama 3 (tiga) hari dari tanggal 17-19 Mei 2017 yang bertempat di Lahan Praktek (DEMPLOT) Kp Manjahbeureum, Ds. Cileunyi Wetan, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung sebagai ikhtiar peningkatan motivasi, pengetahuan, keterampilan dan sikap menuju kemandirian masyarakat Jawa Barat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Ferry Sofwan Arif, M.Si. mengatakan dalam rangka Ikhtiar Pencapaian 100.000 Wira Usaha Baru Jawa Barat, Disnakertrans Prov. Jabar salah satunya ada Balai yang khusus melatih Kerja Mandiri yaitu Balai Pelatihan Kerja Mandiri.

Mengingat Provinsi Jawa Barat memiliki luas wilayah 3.709,528,44 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 47,4 juta Jiwa yang tersebar di 27 Kabupaten/Kota, 626 Kecamatan, 641 Kelurahan dan 5.321 Desa, dimana angka pengangguran terbuka di Jawa Barat yaitu sebanyak 1.8 juta jiwa dan lebih dari 50% memilih untuk kerja mandiri terutama yang berpendidikan SMP ke bawah. Jelas Kadisnakertrans Prov. Jabar.

Kepala BPKM Provinsi Jawa Barat Ir. H. Pupun Saefunudin pada saat pembukaan pelatihan menyampaikan bahwa peserta harus mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, program unggulan di Balai ini, kami melatih pencari kerja yang mempunyai minat usaha di bidang las listrik dasar. Salah satu prospektus yang sangat bagus di masyarakat diantaranya yaitu untuk minat usaha las listrik dasar.
 
 Oleh karena itu, untuk bisa usaha mandiri, tidak harus orientasi kerja ke industri, karena usaha mandiri ini memiliki sebuah peluang yang cukup bagus untuk menjadi Wira Usaha Baru di bidang las listrik khususnya, dimana tidak hanya sebagai pekerja tetapi sebagai pemilik dari sebuah unit bisnis yang kedepannya akan berkontribusi terhadap perluasan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha di Jawa Barat. Tambah Ka BPKM Prov. Jabar.
    
Hariyadi Kurnianto, ST. MT., selaku instruktur menyampaikan bahwa perkembangan bisnis dari usaha bengkel las listrik saat ini cukup pesat seiring dengan meningkatnya permintaan las besi dan logam, ada banyak hal yang melatari meningkatnya permintaan dari usaha las dan inilah yang membuat usaha bengkel las terus hidup dan berkembang bahkan bisa menjadi sangat menjanjikan. Tidak dapat dipungkiri semakin berkembangnya dunia industri dan perkembangan infrastruktur maka semakin besar pula kebutuhan terhadap material produk yang berbahan dari besi sehingga semakin besar pula kesempatan untuk membuka usaha mandiri di bidang las listrik.
    
 Peserta sebanyak 30 (tiga puluh) orang diberikan pengetahuan terlebih dahulu tentang peralatan dan bahan yang dibutuhkan pada saat aktivitas pengelasan. Diperkenalkan fungsi serta bagian-bagian dari setiap bahan dan peralatan yang akan digunakan. Hal ini sangat penting bagi peserta agar pada saat aktivitas pengelasan peserta dapat menggunakan peralatan yang tepat dan tidak kebingungan pada saat pengoperasian.
    
Kemudian langkah-langkah yang harus dilakukan pada saat proses pengelasan. Mulai dari setting atau instalasi alat, menyiapkan media bahan yang akan di las, membuat sketsa objek yang akan dibuat, melakukan pengukuran, teknik pengelasan yang tepat, dan sampai dengan finishing produk yang dibuat yaitu berupa rak sepatu dan meja dispenser.
 
Selanjutnya peserta juga diberikan materi penunjang tentang analisa usaha las listrik. Materi analisa usaha las listrik khususnya untuk produk rak sepatu dan meja dispenser ini bertujuan memberikan wawasan kepada peserta terkait langkah-langkah sederhana bagaimana memulai sebuah usaha mandiri dibidang las listrik.
 
Menurut Moch. Wahyu Saputra, S.Pd., yang merupakan Pegawai Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM), BPKM Prov. Jabar, menyampaikan bahwa peserta pelatihan harus paham tentang tatacara perhitungan biaya dan pendapatan sederhana sekaligus menghitung harga jual dan kapan sebuah usaha las listrik dapat balik modal, sehingga peserta memiliki bekal pengetahuan yang cukup jika mereka ingin merintis usaha mandiri dibidang las listrik daerahnya.
 
 Pelatihan Kerja Mandiri melalui Mobile Training Unit (MTU) minat usaha Las Listrik Dasar ini diikuti oleh 30 orang peserta terdiri dari :

Kabupaten Karawang sejumlah 10 orang, yaitu :
1.    Indra Lesmana
2.    Yoga Prabowo A Leksono
3.    Topan Sakti Ramadhan
4.    Agus Prianto
5.    Supriatna
6.    Asep Saepudin
7.    Ahmad Zaeni
8.    Ahmad
9.    Riyadusholihin
10.  Irwanudin
 
Kabupaten Sumedang sejumlah 5 orang, yaitu :
1.    Erwin Hadiana
2.    Jajat Darsana
3.    Cecep Rahmat Ramadhan
4.    Nandy Muhamad Syam
5.    Caca Hidayat
 
 Kota Banjar sejumlah 5 orang, yaitu :
1.    Kusnadi
2.    Sururi
3.    Al Mujahidin
4.    Sindi Hermawan
5.    Aziz Kurniawan
 
Kabupaten Purwakarta sejumlah 5 orang, yaitu :
1.    Dani Suwandi
2.    Kamaludin
3.    M. Haeruman
4.    Al Hariri
5.    Ade Sahya
 
Kabupaten Majalengka sejumlah 5 orang, yaitu :
1.    Dadi Ahmadi
2.    Nandang Risnandar
3.    Dede Ibrohim
4.    Supriyadi
5.    Adang Haruman


Sumber : BPKM Jabar, Mei 2017

Komentar

Statistik Kunjungan


  Pengunjung Online   :   1
  Pengunjung Hari Ini   :   50
  Total Pengunjung   :   163867


Mobile Analytics

Jejak Pendapat


Bagaimana menurut pendapat anda tentang BPKM JABAR ini?
Bagus
Lumayan
Tidak

Kontak Kami


BPKM JABAR,
Jl.Soekarno - Hatta No.567
Bandung 40275, Indonesia
Telp/Fax : (022) 7303974
Email : balatrans@yahoo.co.id