|

Jaminan Sosial Bagi Pekerja Informal


Jumat, 12 Mei 2017 09:02 WIB | Oleh : Operator
Dalam rangka penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional pada Pekerja Bukan Penerima Upah Lintas Sektor yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Barat dan Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial SETDA Provinsi Jawa Barat bersama dengan OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang membidangi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan, di Gedung Sate Jl. Diponegoro No. 22 Bandung.
 
Asisten Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Sosial H J.J. BUDI PRASTIO SH., M.H., pada sambutannya mengatakan tujuan dari Rakor ini yaitu untuk memberikan informasi sekaligus edukasi kepada Perangkat Daerah khususnya agar nantinya Organisasi Perangkat Daerah diharapkan dapat berperan aktif menginformasikan kepada masyarakat binaannya terkait manfaat ikut serta dalam Sistem Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk pekerja Sektor Informal dan Bukan Penerima Upah (BPU).
 
Selanjutnya dikatakan oleh Budi Prastio, dengan ikut serta dalam Jaminan Sosial ini maka masyarakat yang bekerja di sektor informal jika mengalami kecelakaan kerja tidak perlu khawatir untuk masalah biaya pengobatan atau perawatan, karena sudah dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan santunan jika sampai korban meninggal dunia.
 
Pekerja Sektor Informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) atau Pekerja Mandiri adalah pekerja yang melakukan kegiatan atau usaha ekonomi secara mandiri untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan atau usahanya tersebut yang meliputi : Pemberi Kerja; Pekerja di luar hubungan kerja atau Pekerja mandiri dan Pekerja yang tidak termasuk pekerja di luar hubungan kerja yang bukan menerima Upah. Seperti contohnya yaitu Petani, Nelayan, Tukang Ojek, Supir Angkot, Pedagang Keliling, Pemulung, Buruh Kasar, Pekerja Harial Lepas dan lain-lain.
 
Menurut data yang dilansir oleh Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial SETDA Jawa Barat pada Tahun 2016 jumlah Pekerja Informal sejumlah 9,919,563 orang atau 48,92% dari jumlah pekerja di Jawa Barat. Kemudian capaian Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan pada Pekerja Informal di Jawa Barat kepesertaannya hanya sejumlah 236.801 orang. Artinya masih ada selisih sekitar 9,683,762 orang pekerja informal yang belum terakomodir program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini. Hal ini dikuatkan juga oleh Ir. Hj. MARWINI MT. Kabag Penanggulangan Masalah dan Pemberdayaan Sosial SETDA Jawa Barat, mengatakan masih banyak warga jawa barat yang belum mengetahui informasi dan belum mengerti manfaat dari keikutsertaannya dalam program ini.
 
Bicara mengenai BPJS Ketenagakerjaan, kita perlu tahu bahwa badan ini dahulu bernama JAMSOSTEK yang memberikan program asuransi sosial yang memberi perlindungan bagi pekerja di perusahaan yang ada di Indonesia. Tapi sekarang sejak Jamsostek berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan, maka pekerja di luar perusahaan atau pekerja informal pun juga sudah boleh mendaftarkan diri pada asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Maka jika Anda adalah seorang yang mempunyai pekerjaan di luar hubungan kerja seperti pedagang, petani, nelayan, blogger, artis, atlet, tukang ojek, para freelancer dan pekerja-pekerja mandiri lainnya sudah dapat mendaftarkan diri dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
 
Syarat untuk ikut serta dalam program BPJS Ketenagakerjaan ini sebenarnya sangat mudah. Calon peserta hanya menyediakan Fotocopy KTP, Kartu Keluarga dan mengisi formulir F1 BPU untuk pendaftaran yang didapat dengan menghubungi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat atau Mitra yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Bagi warga yang tinggal di Kota Bandung dan sekitarnya bisa datangi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan yang beralamat di Jl. Lodaya No.42S, Turangga, Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat atau di Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan yang berada di Jl. PHH Mustafa No. 39 Lantai. 3, Neglasari, Cibeunying Kaler, Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat. Atau bisa juga mengakses link berikut ini http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id.
Untuk Iuran Program BPJS Ketenagakerjaan ini tergolong tidak berat dan bisa disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Bahkan bisa dikatakan premi per-bulannya paling murah hanya seharga satu bungkus rokok saja yaitu sejumlah Rp. 16,800. Nilai iuran tersebut terbagi menjadi Rp. 10,000 untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Rp. 6,800 untuk Jaminan Kematian (JKM). Namun manfaatnya cukup besar jika peserta membutuhkan perawatan saat mengalami kecelakaan kerja dan sangat membantu keluarga yang ditinggalkan jika peserta sampai meninggal dunia. Nilai manfaat dan santunan yang diberikan jika peserta meninggal dunia mencapai Rp. 48,000,000, biaya pemakaman Rp. 3,000,000 dan santunan berkala per-bulan selama 2 tahun sebesar Rp. 200,000 untuk ahli waris keluarga yang ditinggalkan. Bahkan program ini juga memberikan manfaat bagi anak korban yang ditinggalkan berupa Beasiswa sebesar Rp. 12,000,000.
 
Jadi dengan adanya Program BPJS Ketenagakerjaan tersebut masyarakat yang tergolong bukan penerima upah atau yang tidak mendapat gaji secara tetap (pekerja informal) bisa mendapatkan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan dan fasilitas atau perlindungan yang sama dengan para pekerja di sektor formal. Dengan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja informal akan merasa lebih aman dan nyaman dalam bekerja. Sebab, mereka sudah ada jaminan perlindungan berupa dana yang mungkin saja dibutuhkan jika terjadi sesuatu di luar dugaan. Tidak ada kekhawatiran untuk keluarga akan diberikan nafkah apa jika musibah datang terjadi. Bayangkan jika tidak ikut program jaminan sosial semacam ini. Begitu sang pencari nafkah dalam halangan atau kecelakaan, keluarga tidak akan ternafkahkan. Karena itulah program ini sangat penting untuk diikuti. Dengan begitu maka kerja bisa nyaman, penghasilan pun bisa dikejar dengan tenang. 

Kontributor : Moch. Wahyu Saputra

Komentar

Statistik Kunjungan


  Pengunjung Online   :   1
  Pengunjung Hari Ini   :   50
  Total Pengunjung   :   163867


Mobile Analytics

Jejak Pendapat


Bagaimana menurut pendapat anda tentang BPKM JABAR ini?
Bagus
Lumayan
Tidak

Kontak Kami


BPKM JABAR,
Jl.Soekarno - Hatta No.567
Bandung 40275, Indonesia
Telp/Fax : (022) 7303974
Email : balatrans@yahoo.co.id